About

Terima kasih telah berkunjung di lebah_ana blog

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

albert einstein berkata

sosokpenemu paling ternama hah pelajar mana yang ngak kenal

naruto and sasuke rival

siapa yang tidak tahu dengan anime yang satu ini, anime yang disukai dari anak" hingga dewasa, dengan pemeran utama naruto uzumaki yang berjuang mengembalikan sahabatnya sasuke ke desa konoha.

mugiwara-one piece

Mungky D Luffy, seseorang yang ingin menjadi raja bajak laut,mengarungi lautan dengan teman teman yang keren, lucu, dungu, serta berkekuatan aneh.

universitas tanjungpura pontianak kalimantan barat

universitas tanjungpura, pontianak kalimantan barat. jalan ahmad yani, yang jarak dari bandara kurang dari 30 menit dengan kecepatan lebih kurang 80 km/jam

Selasa, 28 April 2015

tips bila flu menyerang

bulan april, dimana kalo di indonesia khususnya di bagian barat itu musim pancaroba men, dimusim ini mule la flu atau virus-virus cinta, eh "virus penyakit" maksudnya maog deket-deket kita, nah disini ana maog beragi tips jika hantu virus tersebut menyerang kamu, ok langsung aja bekicot

 1. Perbanyak Minum Air Putih
Orang tua kita pun nyuruh kita Usahakan minum air puith minimal 8 gelas / harinya. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga agar tenggorokan anda bersih dari kuman yang bisa menyebabkan flu.

 2. Mengkonsumsi Minuman Hangat
Selain dengan memperbanyak minum aek putih anda juga dapat mengkonsumsi minuman yang hangat-hangat misalnya, air puith hangat, air teh hangat, kopi dsb tapi kopi kate nenek ana ndak bagus baiknya jangan kopi la, ana lebih suka teh (serius, teh panas mang mantap kalo lgi flu men). Mengapa harus minuman hangat? Jawabannya karena pada saat flu, akan ada banyak cairan yang terbuang melalui ingus, ludah dan keringat. Maka dari itu, sangat disarankan agar anda banyak minum air, tujuannya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Mengapa harus air hangat? karena cairan hangat dapat membantu mengurangi hidung mampet, mencegah dehidrasi, dan melegakan tenggorokan yang terganggu. Selain itu, uap dari minuman panas juga dapat membantu mengencerkan lendir.

 3. Beristirahat Total
 Kondisi tubuh yang lelah akan menyebabkan kekebalan tubuh melemah dan flu akan menyerang saat kondisi tubuh yang sistem kekebalannya melemah. Maka dari, sangat disarankan untuk anda melakukan istirahat total (tidur men) dan berhenti bekerja untuk sementara waktu, agar sistem kekebalan tubuh anda menjagi kembali seperti seharunya. karna anti body dalam tubuh bekerja eras pada waktu kita tidur

 4. Konsumsi Buan dan Sayuran
 Saat kondisi tubuh anda melemah, otomatis sistem kekebalan tubuh anda akan melemah. Maka dari itu asupan vitamin dan mineral sangat diperlukan untuk membantu mengembalikan kondisi tubuh dan membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit

 5. Terapi Uap Tradisional
Penguapan merupakan salah satu cara tradisional yang dipercaya ampuh untuk mengatasi flu. Caranya masukan air panas ke dalam baskom, Gunakan handuk menutupi kepala Anda, dan tempatkan wajah anda di atas baskom tersebut. Agar hasilnya lebih optimal, anda bisa mencampurkan minyak kayu putih, kunyit, jahe atau rempah-rempah lainnya.

 6. Berkumur
 Berkumur bisa menjadi salah satu solusi saat flu menyerang. Mengapa harus berkumur? tujuannya untuk membantu membersihkan mulut agar bakteri jahat penyebab flu tidak masuk ke tenggorokan. CObalah berkumur dengan air hangat yang dicampur dengan garam, cuka apel, kunyit jahe agar hasilnya maksimal.
 7. Gunakan Aroma Mentol / Mint
Menggunakan aroma mentol atau mint adalah salah satu cara saya dalam mengatasi penyakit flu atau pilek. Caranya mudah, anda hanya perlu mengoleskan minyak kayu putih atau balsam di dekat lubang hidung, tenggorokan dan dibagian dada anda.
 8. Mandi dengan Air Hangat
Mandi pagi pake air hangat, wah seger, agar uap dlam tubuh keluar, selain itu menjaga tubuh tetap hangat
 9. Konsumsi Cabai / makanan yang mengandung cabai
 Mengkonsumsi yang pedes-pedes, aneh ka . .! agar cairan dihidung keluar, walaupun tidak semuanya hal ini cukup membantu. makan bubur kasi lada/cabe, makan mie kasi cabe, minum es kasi cabe hha (becanda)
 10. Konsumsi Rempah-rempah Yang Rasanya Hangat
Terakhir anda juga bisa mencoba memakan rempah-rempah yang rasanya hangat seperti, kencur, jahe, kemangi, sreh. Atau bisa juga semua rempah-rempah berikut di satukan dan direbus dengan air secukupnya, lalu minum air rebusannya. kalo ana si biasanya kencur, kencur emang bagus buat tenggorokan kita, beli aja ke bibi yang jual jamu kalo di sekitar kamu ada yang jual, kalo saya ada di komplek mahasiswa banyak tu yang jual.
 11. Campuran Madu dan Jahe
Semua orang pasti sudah tahu madu. Selain rasanya yang enak, madu ini juga kaya akan manfaat yang diantaranya juga bermanfaat dalam mengatasi penyakit flu atau pilek. Caranya, ambil 2 ruas jahe, kemudian parut dan campurkan dengan madu. Lalu anda makan 3x sehari. InsyaAllah flu anda akan sembuh. emang si saya sendiri belum mengkonsumsinya karna mahal men, madu itu mahal.

 ok itu tadi tipsnya. saya uda ngelakukan tu, dan alhamdulillah 1 minggu men pergi tu virus. (awal gejala ana minum obat and didukung dengan tips tersebut) kalo kalian yang anti obat mudah-mudahan tips ini berguna, ! boleh di share . . .!

Rabu, 22 Oktober 2014

Rahasia Lebah dalam Al Quran


 

Firman Allah SWT dalam Al-Quran surah An-Nahl ayat 69 :

"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibikin manusia." [QS. An-Nahl : 68]

Madu dan lebah memiliki keistimewaan yang luar biasa sehingga tercantum dalam surat tersendiri di dalam Al-Quran. Kajian khasiat madu secara ilmiah juga telah diteliti oleh ilmuwan Muslim terkemuka di era keemasan Islam, yakni Ibnu Sina (890-1037). Bapak kedokteran dunia dan pemikir muslim agung di abad ke-10 M itu tercatatat sebagai dokter yang mengulas mengenai khasiat madu dari segi kesehatan dan dunia kedokteran.

Selama ini, orang lebih mengenal madu sebagai produk lebah yang paling populer dan berkhasiat dalam mengatasi berbagai penyakit. Namun, jika kita mengambil hikmah dari surat An-Nahl ayat 69, kita akan mengetahui produk lebah yang dapat dijadikan obat tidak terbatas hanya pada madu saja. Produk perlebahan selain madu dapat berupa royal jelly, tepung sari (bee pollen) dan propolis lebah.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran surah An-Nahl ayat 69 :
"Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan." [QS. An-Nahl : 69]

Mengutip surat An-Nahl ayat 69 di atas, dijelaskan bahwa bahan yang dapat dijadikan obat penyembuh bagi manusia adalah bahan yang keluar dari perut lebah dengan bermacam-macam warnanya. Pada ayat tersebut juga tidak menyatakan obat untuk spesifik penyakit tertentu, dan fakta di lapangan membuktikan bahwa berbagai penyakit dapat disembuhkan melalui produk perlebahan terutama propolis lebah.

Di dalam Al-Quran diterangkan secara jelas bagaimana lebah diperintah oleh Allah SWT untuk membuat sarang dengan mengambil makanan (getah) dari berbagai jenis tumbuhan untuk dijadikan madu dan produk lebah lainnya, termasuk propolis sebagai obat penyembuh untuk berbagai jenis penyakit. Lebah memang makhluk istimewa, ia merupakan makhluk Allah SWT yang memberi manfaat dan kenikmatan bagi manusia.

Lalu, apa itu propolis lebah sebenarnya? Semoga ulasan ini bermanfaat.

Propolis: Dari Lebah untuk Manusia

Definisi Propolis

Propolis adalah material lengket berwarna gelap yang dikumpulkan oleh lebah dari berbagai jenis tumbuhan, dicampur dengan lilin lebah (wax) dan digunakan untuk membangun konstruksi sarang lebah (Bankova et al., 2000:3). Kata “propolis” berasal dari bahasa Yunani, yaitu pro (pertahanan depan, sebelum masuk) dan polis (kota), yang secara umum bermakna pertahanan kota atau sarang lebah dari benda-benda di luar sarang (Bankova et al., 2000:3; Scully, 2006:359). Propolis merupakan subtansi resin alami yang merupakan campuran lilin lebah (wax), gula dan eksudat tanaman atau getah (Scully, 2006:359). Getah yang menjadi bahan dasar propolis ini berasal dari bagian tumbuhan penghasil getah yaitu kulit kayu, tunas, wax, dan pucuk-pucuk daun (de Almaida & Menezes, 2002:6).



Gambar 1. Propolis digunakan sebagai pelindung sarang lebah terhadap benda- benda asing dari luar.

Lebah madu (Apis mallifera L.) mengumpulkan resin-resin dari berbagai macam tumbuhan yaitu getah yang keluar dari kuncup daun dan kulit batang tanaman conifer (golongan pinus). Lebah kemudian membawa resin tersebut menuju sarang lebah dan mencampur dengan enzim yang disekresikan dari kelenjar mandibula lebah, meskipun demikian komponen yang terdapat di dalam propolis tidak mengalami perubahan (Farre et al., 2004:22).

Produksi propolis per koloni per tahun diperkirakan antara 10-300 gram, tetapi produksi ini tergantung jenis lebah, iklim, sumber daya hutan, dan mekanisme pengumpulan lebah. Propolis dapat langsung dimanfaatkan atau dilakukan pemurnian terlebih dahulu dengan ekstraksi dan penyaringan (Krell, 1996:16; Farre et al., 2004:22).

Sifat Fisik Propolis

Propolis merupakan suatu subtansi resin yang bentuknya lengket seperti lem, lembut dan liat pada suhu 25°-45°C. Pada suhu kurang dari 15°C dan secara partikuler ketika dibekukan atau didekatkan pada pendingin, propolis akan berubah menjadi keras dan rapuh. Propolis akan tetap rapuh meskipun telah dilakukan pemanasan dengan suhu yang lebih tinggi. Pada suhu di atas 45°C propolis akan menjadi lebih lengket dan lebih liat. Propolis secara khas akan mencair pada suhu 60°-70°C, meskipun beberapa propolis titik leburnya mencapai 100°C (Krell, 1996:2).

Variasi warna, komposisi dan khasiat propolis dapat terjadi karena sumber tanaman yang bermacam-macam. Propolis berwarna kuning sampai coklat gelap, bahkan transparan tergantung dari resin asalnya (Krell,1996:2). Selain itu propolis juga secara umum bersifat tidak beracun, meskipun telah dilaporkan adanya reaksi alergi, tetapi reaksi ini biasanya hanya sebatas kemerahan pada kulit (de Almaida & Menezes, 2002:6).

Kandungan Kimia Propolis

Propolis kaya akan zat essensial yang sangat berguna bagi manusia. Komposisi kimia propolis sangat bervariasi (warna dan aroma) dan erat hubungannya dengan jenis dan umur tumbuhan serta letak geografis asal propolis (Lotfy, 2006:22). Umumnya propolis mengandung resin dan balsam yang terdiri atas 55% flavonoid dan asam fenol dan esternya, 30% lilin lebah (wax), 10% etereal dan minyak aromatis, 5% pollen dan senyawa organik serta mineral sebesar 5% (Farre et al., 2004:24).

Jenis senyawa kimia yang terdapat pada propolis sangat kompleks. Berdasarkan analisis kimia menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) yang dilakukan oleh Greenaway et al. (1990) terhadap propolis yang dihimpun oleh lebah dari tumbuhan poplar menunjukkan, propolis mengandung berbagai macam senyawa, yaitu: asam amino, asam alifatik dan esternya, asam aromatik dan esternya, alkohol, aldehida, khalkon, dihidrokhalkon, flavanon, flavon, hidrokarbon, keton, dan terpenoid (Sabir, 2005:77).



Gambar 2. Tabel persentase komposisi propolis

Propolis mengandung terpen, tanin, vitamin dan mineral dari sekresi kelenjar saliva lebah (Farre et al., 2004:24). Vitamin yang terkandung dalam propolis adalah vitamin A, B1, B2, B3, C dan E (Krell, 1996:4; Lotfy, 2006:23). Kandungan mineral propolis adalah kalsium, magnesium, zat besi, silika, potasium, fosfor, mangan, kobalt, dan tembaga (Bankova et al., 2000:9; Farre et al., 2004:25).

Propolis kaya akan berbagai senyawa kimia termasuk asam amino, asam sinamat, alkohol sinnamil, vanilin, asam kafeat fenetil ester, tetokrisin, isalpinin pinosembrin, krisin, galangin, asam ferulat, dan senyawa bioflavonoid (flavonoid) yang terkandung dalam propolis terdiri atas sejumlah besar minyak volatil dan fenolik seperti flavon, flavonon, dan flavonol (Valcic, et al., 1999:406; Yaghoubi et al., 2007:46).

Manfaat Propolis

Bagi lebah, propolis merupakan zat penting yang sangat fundamental yang diperlukan untuk sterilisasi sarang lebah dari serangan bakteri, jamur dan penyakit. Propolis berfungsi melindungi seluruh sarang dan tempat lebah ratu menyimpan telurnya dari hama Bacillus larvae yang menyebabkan kebusukan telur-telurnya. Jadi, propolis tidak hanya berfungsi sebagai penyegel atau penutup sarang lebah tetapi juga menghalangi masuknya kuman penyakit (Krell, 1996:1).

Propolis digunakan oleh bangsa Yunani kuno sebagai bahan terapi untuk melindungi tubuh manusia dari serangan bakteri, virus, jamur dan radikal bebas. Propolis memiliki kemampuan farmakologi yang digunakan sebagai bahan anti-inflamasi, hepatoprotektor, antitumor atau karsinostatik, antimikroba, antivirus, antifungi, antiprotozoa, anastesi dan regenerasi jaringan (Bankova, et al., 2000:4; Farre et al., 2004:25; Yaghoubi et al., 2007:45). Selain itu, konsumsi propolis dapat meningkatkan sistem imun (imunostimultan). Propolis secara simultan meningkatkan fungsi sistem imun dan secara langsung menghambat mikroorganisme patogen. Propolis juga telah terbukti efektif melawan strain bakteri yang resisten terhadap antibiotik, hal ini didasarkan pada kandungan propolis yang kompleks (Sforcin, et al., 2002:1; Taheri et al., 2005:414).

Sumber Referensi:


  1. Bankova, V.S., de Castro, S.L., and Marcucci, M.C. 2000. Propolis: Recent Advances in Chemistry and Plant Origin. Apidologie. 3: 3-15.

  2. de Almeida, E.C. & Menezes, H. 2002. Anti-Inflammatory Activity of Propolis Extract: A Review. J Venom Anim Toxins. 8 (2).

  3. Farre, R., Frasquet, I., and Sanchez, A. 2004. El Propolis y La Salud (Propolis and Human Health). Ars Pharmaceutica. 45 (1): 21-43.

  4. Krell, R. 1996. Value Added Products From Beekeeping. United Nations Rome: FAO Agricultural Services.

  5. Lotfy, M. 2006. Biological Activity of Bee Propolis in Health and Disease. Asian Pac J Cancer Prev. 7: 22-31.

  6. Sabir, A. 2005. Respon Inflamasi pada Pulpa Gigi Tikus setelah Aplikasi Ekstrak Etanol Propolis (EEP). Maj Ked Gigi (Dent J). 38 (2): 77-83.

  7. Scully, C.B.E. 2006. Propolis: a Background. British Dental J. 200 (7): 359-360.

  8. Sforcin, J.M., Kaneno, R., and Funari, S.R.C. 2002. Absence of Seasonal Effect on the Immunomodulatory Action of Brazillian Propolis on Natural Killer Activity. J Venom Anim Toxins. 8 (1).

  9. Taheri, H.R., Rahmani, H.R., and Pourreza, J. 2005. Humoral Immunity of Broilers is Affected by Oil Extracted Propolis (OEP) in the Diet. International Journal of Poultry Science. 4 (6): 414-417.

  10. Valcic, S., Montenegro, G. Mujica, A.M., Avi, G., Franzblau, S., Singh, M.P., Maiese, W.M., and Timme, B.N. 1999. Phytochemical, Morphological, and Biological Investigations of Propolis Chile. Verlag der Zeitschrift fűr Naturforshchung. 54c: 406-16.

  11. Yaghoubi, S.M.J., Ghorbani, G.R., Soleimanian, Z.S., and Satari, R. 2007. Antimicrobial Activity of Iranian Propolis and Its Chemical Composition. DARU.15(1): 45-48

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More