BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Swakarya Wirausaha Mandiri merupakan salah satu mata
pelajaran di Sekolah Pertanian Pembangunan (SMK–SPP) Singkawang Provinsi Kalimantan
Barat. Kegiatan ini diawali dengan penyusunan Rencana Kegiatan Usaha (RKU) agar
kegiatan dilapangan dapat diidentifikassi lebih awal dan kegiatan ini diakhir
dengan penyusunan Laporan yang bertujuan untuk melaporkan dari awal kegiatan
sampai akhir kegiatan. Selain itu dengan adanya kegiatan ini siswa diharapkan
mampu dan lebih terampil dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan
keterampilan yang dimilikinya baik dari sekolah maupun yang didapat dari
pengalaman sewaktu Praktek Kerja Usaha. Dalam pelaksanaan kegiatan ini
diharapkan siswa dapat berhasil sampai pada tingkat pemasaran, sehingga terbina
kemampuan siswa untuk mandiri dalam mendapatkan penghasilan bagi kehidupannya.
Tanman mentimun (Cucumis
sativus L) merupakan komoditi yang dari aspek teknis budidaya cocok dikembangkan
di Kalimantan Barat khususnya dikampus SMK – PP Singkawang.
Peluang usaha dan pemasaran komoditi mentimun cukup baik.
Secara umum, metimun diminati seluruh masyarakat baik sebagai sayuran, lalapan
dan terapi penyakit tertentu terutama hipertensi. Mentimun banyak mengandung Kalium
sehingga dapat mengurangi tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi.
Tabel. 1 Kandungan Gizi Buah Mentimun Tiap 100 gr Buah
Segar
|
Komposisi Gizi
|
Kandungan Gizi
|
|
|
|
Energi (kalori)
|
12,00 Cal
|
12,00 Cal
|
|
|
Protein
|
0,60 gram
|
0,60 gram
|
|
|
Lemak
|
0,20 gram
|
0,10 gram
|
|
|
Karbohidrat
|
2,40 gram
|
2,70 gram
|
|
|
Serat
|
0,50 gram
|
-
|
|
|
Abu
|
0,40 gram
|
-
|
|
|
lanjutan tabel 1.1
|
|
|
|
|
Kalsium
|
19,00 M gram
|
10,00 M gram
|
|
|
Fospor
|
12,00 M gram
|
21,00 M gram
|
|
|
Kalium
|
122,00 M gram
|
-
|
|
|
Zat besi
|
0,40 M gram
|
0,30 M gram
|
|
|
Natrium
|
5,00 M gram
|
-
|
|
|
Vitamin A
|
0 SI
|
0 SI
|
|
|
Vitamin B1
|
0,02 M gram
|
0,03 M gram
|
|
|
Vitamin B2
|
0,20 M gram
|
-
|
|
|
Niacin
|
0,10 M gram
|
-
|
|
|
Vitamin C
|
10,00 M gram
|
8,00 M gram
|
|
|
Air
|
-
|
96,10 gram
|
|
|
|
|
|
|
Sumber : Direktorat Gizi Depkes RI (1981) & Food And Nutrion Reseach
Center, Manila (1964)
1.2.
TUJUAN
1.
Melatih siswa
menyesuaikan diri dengan lingkungan pertanian dan mampu menyebarkan teknologi
usaha dibidang pertanian.
2.
Melatih siswa
melakukan kegiatan pertanian dan berhasil dalam mengelola usahanya.
3.
Memenuhi kebutuhan
pasar dengan komoditi sayuran dan pangan.
1.3. MANFAAT
1.
Terbinanya
kemampuan siswa untuk melaksanakan kegiatan usahatani dilapangan.
2.
Terbinanya
kemampuan siswa untuk mengatur modal usaha.
3.
Terciptanya tenaga
kerja yang mandiri dan berwawasan agribisnis.
4.
Mendapatkan
penghasilan yang layak dari kegiatan usahatani yang diusahakannya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. ASPEK TEKNIS
Tanaman mentimun tumbuh baik di
dataran rendah maupun dataran tinggi sampai ketinggian 1.000 m dpl. Oleh karena
itu, di daratan rendah mentinum banyak ditanam.
Syarat – syarat penting
tumbuhnya mentimun ialah tanahnya subur, pH tanah antara 6 – 7, dan lahannya
harus terbuka. Selain itu, tanaman ini perlu banyak air, terutaman waktu
berbunga, tetapi air tanahnya tidak tergenang, walau demikian tanaman ini tidak
senang banyak hujan. Oleh karena itu, waktu bertanam yang baik ialah pada akhir
musim hujan atau awal musim kemarau.
Mentimun merupakan tanaman
sayuran yang potensial dikembangkan didatarana rendah termasuk Kota Singkawang,
hal ini dibuktikan melalui data produksi sayuran Kota Singkawang pada tabel
berikut :
Tabel 2. Produksi Sayuran Di Kota Singkawang Tahun 2011
|
NO
|
Jenis Tanaman
|
Produksi (Ku)
|
Jumlah
|
||||
|
Skw Selatan
|
Skw Timur
|
Skw Utara
|
Skw Barat
|
Skw Tengah
|
|||
|
1
|
Bawang Daun
|
105
|
0
|
0
|
124
|
90
|
319
|
|
2
|
Petsai/Sawi
|
1.270
|
0
|
0
|
252
|
87.475
|
88.997
|
|
3
|
Lobak
|
1.371
|
0
|
0
|
0
|
450
|
1.821
|
|
4
|
Kacang
panjang
|
1.440
|
620
|
483
|
504
|
78
|
3.125
|
|
5
|
Cabe Besar
|
262
|
465
|
238
|
0
|
52
|
1.017
|
|
6
|
Cabe Rawit
|
2.442
|
554
|
129
|
711
|
222
|
4.058
|
|
7
|
Tomat
|
961
|
0
|
0
|
60
|
0
|
1.021
|
|
8
|
Terong
|
470
|
445
|
56
|
0
|
25
|
996
|
|
9
|
Buncis
|
650
|
0
|
0
|
0
|
0
|
650
|
|
10
|
Mentimun
|
1.778
|
585
|
894
|
687
|
535
|
4.479
|
|
11
|
Labu Siam
|
0
|
0
|
83
|
0
|
0
|
83
|
|
12
|
Kangkung
|
254
|
0
|
0
|
45
|
2.405
|
2.704
|
|
13
|
Bayam
|
163
|
0
|
0
|
21
|
1.890
|
2.704
|
|
|
Total
|
11.166
|
2.669
|
1.883
|
2.404
|
93.222
|
111.344
|
Sumber : Dinas
Pertanian dan Kehutanan Kota Singkawang, 2011
Berdasarkan data tersebut
maka tidak diragukan bahwa mentimun secara teknis tidak mengalami kendala
berarti baik dari segi iklim maupun segi tanah untuk dikembangkan di Kota
Singkawang.
Berdasarkan informasi dari
pemilik toko pertanian Pelita yang berlokasi dipasar Beringin Kota Singkawang,
jenis mentimun yang banyak dikembangkan oleh petani Kota Singkawang adalah
mentimun Mercy dan Misano-F karena kedua jenis mentimun ini memiliki adaptasi
yang baik dengan iklim setempat dan penampilan buah yang menarik yaitu lurus
dengan warna hijau tua atau hijau segar.
Menurut petani yang
berlokasi usahatani di Desa Pakunam Singkawang Selatan (Bong Bui Jan/ Pak
Ajan) yang secara kontinyu mengusahakan mentimun selama 2 tahun ini mengatakan
bahwa protensi produksi dapat mencapai
48-50 ton per hektar jika pemeliharaan dilakukan dengan intensif.
2.2.Aspek Pasar
Buah mentimun muda yang
dipanen sekitar 2 minggu setelah pembungaan ( Rukmana, 2001;4. Dalam keadaan
pasar normal biasanya 1 s.d 15 kali panen dimana kondisi buah masih sangat baik harga jual
mencapai Rp. 4.000,00 perkilogram sedangkan panen
berikutnya (biasanya samapai 10 kali panen) atau 40 – 50 hari setelah tanam (Sunarjono,2006;114)
harga berkisar antara Rp. 2.500,00 – Rp 3.500,00 perkilogram. Panen dan pemasaran
dilakukan 2 – 3 hari sekali. Potensi produksi mencapai 20 - 25
ton per hektar.
|
PEDAGANG
PENGEPUL
|
|
PETANI MENTIMUN
|
|
AGEN
|
|
KONSUMEN
|
Gambar . Skema
Tataniaga Mentimun
Guna
mengoptimalkan penerimaan petani dari usahatani mentimun, biasanya mentimun
yang kualitasnya kurang baik namun masih layak dikonsumsi seperti bentuknya
agak bengkok atau kerdil maka penjualan dapat dilakukan dengan mengemasnya pada
kantong plastik dan menitipjualkan di warung-warung terdekat dengan
harga agak murah Rp. 2.000,00 per kg / kantong.
2.3.Aspek Sosial
Kota
Singkawang merupakan pemerintahan kota
kedua di Kalimantan
Barat setelah Kota Pontianak, walaupun merupakan pemerintahan kota, namun sektor yang cukup besar
peranannya dalam menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian yaitu sebesar
23,54% dari jumlah penduduk kota Singkawang. Hal tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang
punggung perekonomian diKota Singkawang, baik dari sisi penghasil nilai tambah,
maupun sebagai sumber penghasilan atau penyedia lapangan kerja/usaha. Dengan
kata lain, terlebih lagi sektor
pertanian masih merupakan mata pencaharian utama sebagian besar penduduk Kota
Singkawang (BPS Kota
Singkawang, 2011).
Usahatani mentimun seperti halnya
usaha pertanian lainnya akan memberikan manfaat bagi masyarakat seperti
memenuhi kebutuhan gizi, sumber pendapatan, mengurangi angka pengangguran dan
mengoptimalkan penggunaan lahan baik lahan tidur maupun pekarangan karena
tanaman ini juga dapat ditanam di lahan sempit (Sunaryo, 2010).
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN
3.1. Waktu dan Lokasi
Kegiatan Swakarya Wirausaha Mandiri Budidaya Mentimun di
laksanakan pada tanggal 19 Agustus - 22 Oktober 2013 dan 17 Januari – 22 Maret
2014 di depan rumah Pak Norman dengan
luas lahan 50 m2..
3.2.Pengolahan lahan
Tanaman mentimun menghendaki tanah yang subur
atau gembur agar perakaran dapat tumbuh dengan baik dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Supaya terbentuk
perakaran yang baik, lahan untuk pertanaman mentimun perlu diolah, dibajak atau
dicangkul sedalam 20-30 cm. Lahan juga harus dibersihkan dari rerumputan dan
gulma. dan juga drainase tanah harus diatur dengan baik yaitu dengan membuat
parit pembuangan air.
3.3.Pembenihan
Penanaman mentimun tidak melalui persemaian, tetapi
dengan menggunakan biji yang langsung ditanam di lahan penanaman. Sebelum
ditanam sebaiknya biji direndam dengan air hangat (kira-kira 37o c)
lama perendaman kira-kira 2 jam dengan tujuan untuk menghilangkan sumber
penyakit yang ada di permukaan benih. Selanjutnya benih disimpan dalam baki
dalam keadaan basah selama kurang lebih 24 jam dan ditutup dengan kain kassa
sampai kelihatan muncul bakal kecambah, selanjutnya benih tersebut langsung
ditanam di lapangan.
3.4.Penanaman
Benih mentimun yang sudah dikecambahkan ditanam langsung
dilubang tanam yang dibuat dengan cara penugalan sedalam 5 cm. Benih ditanam
sebanyak 2 biji perlubang tugal selanjutnya
lubang tanam ditutup tanah tipis, dengan jarak tanam 40 cm x 60 cm.
3.5.Pemeliharaan
Agar diperoleh hasil yang memuaskan maka tanaman mentimun
harus dipelihara dengan baik. Adapun bentuk pemeliharaan yang dilakukan yaitu :
3.5.1.
Pemupukan
Peranan suplai
unsur hara untuk tanaman menunjukan manfaat yang sangat besar dalam
meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan kualitas. Dengan luas lahan 50 m2
digunakan pupuk Kandang 3 karung, pupuk KCL 0,5 kg, urea 0,5 kg. Dengan cara
ditugal antara tanaman dengan jarak antara lubang tanam 5-10 cm. Dengan luas
lahan 50 m2, jarak tanam 40 cm x 60 cm sehingga didapatkan populasi
166 tanamn. Jadi untuk kebutuhan pupuk pertanaman ialah 30 gr.
3.5.2.
pemasangan
ajir
Ajir dipasang paling lambat pada 5 hari dimana benih mentimun
sudah tumbuh, diperlukan sebanyak 182
ajir untuk 166
tanaman mentimun.
3.5.3.
Pengendalian gulma
Pengendalian gulma dilakukan secara
manual menggunakan cangkul sekaligus pendangiran (pembumbunan). Kegiatan
penyiangan dan pendangiran tersebut dilakukan bersamaan dengan pemupukan
susulan.
3.5.4.
Penyiraman
Tanaman
mentimun pada musim kemarau perlu dilakukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari.
Apabiala kekurangan air tanaman akan tumbuh merana. Namun, yang harus diperhatikan
adalah drainase harus diatur dengan baik sehingga akar tanaman mentimun tidak tergenang
oleh air.
3.6.Panen
Tanaman mentimun dapat dipanen pada umur 40-60 hari
setelah tanan. Ciri – ciri buah yang sudah dapat di panen adalah buah berukuran
cukup besar, tetapi masih ada durinya. Panen dilakukan 2 kali sekali, pada
tanggal 9 – 22 Oktober 2013 dan 9 – 22 Maret 2014 dengan cara memotong tangkai
buah dengan pisau atau gunting.
BAB IV
ANALISA USAHA
4.1.Spesisifikasi
a.
Luas
Lahan 50 m2
b.
166 Populasi tanaman
( dipotong bedengan dan parit antar bedeng 80 %).
c.
Tingkat kerusakan 20 %
d.
2 benih mentimun perlubang tanam
e.
Kebutuhan untuk penyulaman (20 %)
4.2.Fixed Cost
1.
Sewa
lahan =
x Rp.500.000 x
= Rp. 625
2.
Penyusutan
|
No
|
Nama Barang
|
JUE
|
Harga Satuan (Rp)
|
Penyusutan (Rp)
|
|
1
|
Cangkul
|
3 tahun
|
50.000
|
4.166
|
|
2
|
Aret
|
3 tahun
|
30.000
|
2.500
|
|
3
|
Gembor
|
3 tahun
|
15.000
|
1.250
|
|
4
|
Batu asah
|
3 tahun
|
10.000
|
833
|
|
|
JUMLAH
|
|
|
8.749
|
4.3.Variabel Cost
Tabel .3 Variabel Cost
|
No
|
Sarana
|
Jumlah
|
Satuan
(Rp)
|
Total
(Rp)
|
|
1.
|
Benih
|
2 bks
|
11.000
|
22.000
|
|
2.
|
Tali Rapia
|
2 glng
|
2.000
|
4.000
|
|
3.
|
Karung
|
1 buah
|
3.000
|
3.000
|
|
4.
|
Pupuk Kandang
|
3 karung
|
15.000
|
45.000
|
|
5.
|
Pupuk KCl
|
0,5 kg
|
11.000
|
5.500
|
|
6.
|
Pupuk Urea
|
0,5 kg
|
3.000
|
1.500
|
|
7
|
Ajir
|
182
|
200
|
36.400
|
|
Total (Rp)
|
117.400
|
|||
Tabel 4. Biaya tenaga kerja
|
No
|
Jenis Kegiatan
|
Jumlah HOK
|
Jumlah (Rp)
|
|
2
|
Pemasangan ajir
|
0,57
|
28.600
|
|
2.
|
Pembuatan bedengan
|
-
|
120.000
|
|
3.
|
Penanaman
|
0,28
|
14.285
|
|
4.
|
Penyulaman
|
0,14
|
7.150
|
|
5.
|
Pemeliharaan
Ø Pemupukan
Ø Penyiangan
|
0,42
0,42
|
21.500
21.500
|
|
6.
|
Panen
|
1,42
|
71.500
|
|
Total (Rp)
|
284.535
|
||
Keterangan : pembuatan bedengan menggunakan sistem
borongan Rp. 3000 per meter.
4.4 Perhitungan Analisa Usaha Tani
Mengacu
Pada Ken Suratiyah (2006)
COST = FC +
VC
= ( Rp 625,00) +(Rp 8.749,00)+ (Rp 117.400,00 + Rp 284.535,00)
= Rp 9.374,00 +
Rp 401.935,00
= Rp 411.309
Bunga modal 1,02% perbulan = (FC + VC) x
x 3
=Rp 411.309,00 x
x 3
= Rp 12.587
Total Cost (TC) = Cost + Bunga Modal
= Rp 411.309+ Rp 12.586
= Rp 423.896
Biaya Tak Terduga (BTT) = Total Cost(TC) × 10%
= Rp 423.896 x
10%
= Rp
42.389,60
Input = Total Cost (TC) + Biaya Tak Terduga
(BTT)
= (Rp 423.896+ Rp 42.389,60)
= Rp 466.285,60
Total produksi mengacu dengan sumber dari Rahmat Rukmana (1994) yaitu 25 –
30 ton/ha (penulis menggunakan 25 ton/ha).
Total Produksi untuk 1 kali musim tanam adalah
:
= 0,005 m2 × 25.000 kg = 105 kg
(satu kali musim tanam)
Harga 1 kg = Rp 4.000,00
Output (TR) =
Produksi (Q) × Harga (P)
= 105 kg × Rp 4.000
= Rp 420.000
4.5. BEP (Break Even Point) adalah untuk mengetahui berapa minimal hasil yang harus kita produksi pada titik impas.
4.5.1. BEP untuk volume produksi
BEPv = biaya total : harga jual
= Rp 466.285,60 : Rp 4.000,00
= 116 kg.
4.5.2. BEP untuk harga produksi
BEPh = biaya total : produksi
= Rp 466.285,6 : 105 kg
= Rp 4.440,80
4.6. O/i = Output
: Input
= Rp. 420.000 : Rp 466.285,60
= 0.91
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Hasil yang telah produksi dari budidaya
tanaman mentimun ( Cucumis sativus L ) mencapai 105 kg dengan luas lahan 50m2.
Mentimun yang telah dibudidayakan
dilapangan berjumlah 166 populasi mentimun. Ada sebagian buah mentimun yang
tidak dapat terjual dikarenakan buah banyak yang terserang penyakit busuk buah.
B. Pembahasan
1. Permasalahan
Permasalahan yang membuat usaha budidaya mentimun mengalami kerugian adalah
karena sanitasi lingkungan dilahan budidaya kurang terjaga sehingga menyebabkan
pertumbuhan tanaman yang kurang maksimal yang menyebabkan buah banyak yang
terserang penyakit.
Untuk permasalahan di lapangan pada periode ke-2 budidaya mentimun
yaitu kurangnya ketersediaan air untuk
penyiraman sehingga menyebabkan tanaman kekeringan dan tidak dapat tumbuh
secara maksimal.
2. Penyelesaian
Penyelesaian dari permasalahan diatas adalah dengan melakukan pemeliharaan
tanaman secara maksimal, sehingga dapat mengahasilkan buah mentimun yang
berkualitas baik.
Untuk mengatasi permasalahan di lapangan yaitu dengan membudidayakan
tanaman yang dekat dengan sumber air, sehingga mempermudah dalam melakukan
penyiraman secara teratur.
BAB VI
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Setelah penulis melakukan budidaya tanaman mentumun ( Cucumis
sativus L ) dan menghitung analisa kelayakan usahatani, maka penulis
mendapatkan kesimpulan sebagai berikut:
1. Jika dilihat dari analisa
kelayakan usahataninya dengan O/I 0,91 maka budidaya tanaman mentimun ini
dikatakan kurang menguntungkan bagi yang mengusahakannya sehingga kurang layak
untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan.
2. Budidaya tanaman mentimun
ini kurang layak dikembangkan di daerah Singkawang selatan tepatnya di
kelurahan Sijangkung mengingat pertumbuhan tanaman mentimun di daerah tersebut
kurang maksimal.
B.
Saran
1.
Jika hendak membudidayakan tanaman mentimun sebaiknya pada daerah yang curah
hujannya cukup tinggi atau dekat dengan sumber air mengingat tanaman mentimun
ini banyak memerlukan air.
2.
Sebelum melaksanakan budidaya tanaman mentimun hendaknya lahan diolah
semaksimal mungkin karena tanaman mentimun ini menghendaki tanah yang subur dan
gembur.
3.
Dalam perawatan tanaman mentimun hendaknya diperhatikan sanitasi lingkungan
kerana tanaman mentimun sangat mudah terserang penyakit pada lahan yang
sanitaasi lingkungannya kurang terjaga.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik .2011. Singkawang Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Singkawang.
Sunaryo.2010. Bertanam
Sayuran di Lahan Sempit. Jakarta: Penebar Swadaya.
Sunarjono, Hendro. 2006. Bertanam 30 Jenis Sayur. Jakarta: Penebar Swadaya.
Rukmana, Rahmat.2001. Budidaya Mentimun. Yogyakarta:
Kanisius.






