About

Terima kasih telah berkunjung di lebah_ana blog

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

albert einstein berkata

sosokpenemu paling ternama hah pelajar mana yang ngak kenal

naruto and sasuke rival

siapa yang tidak tahu dengan anime yang satu ini, anime yang disukai dari anak" hingga dewasa, dengan pemeran utama naruto uzumaki yang berjuang mengembalikan sahabatnya sasuke ke desa konoha.

mugiwara-one piece

Mungky D Luffy, seseorang yang ingin menjadi raja bajak laut,mengarungi lautan dengan teman teman yang keren, lucu, dungu, serta berkekuatan aneh.

universitas tanjungpura pontianak kalimantan barat

universitas tanjungpura, pontianak kalimantan barat. jalan ahmad yani, yang jarak dari bandara kurang dari 30 menit dengan kecepatan lebih kurang 80 km/jam

Kamis, 30 April 2015

swakarya wirausaha mandiri mentimun

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Swakarya Wirausaha Mandiri merupakan salah satu mata pelajaran di Sekolah Pertanian Pembangunan (SMK–SPP) Singkawang Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini diawali dengan penyusunan Rencana Kegiatan Usaha (RKU) agar kegiatan dilapangan dapat diidentifikassi lebih awal dan kegiatan ini diakhir dengan penyusunan Laporan yang bertujuan untuk melaporkan dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan. Selain itu dengan adanya kegiatan ini siswa diharapkan mampu dan lebih terampil dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya baik dari sekolah maupun yang didapat dari pengalaman sewaktu Praktek Kerja Usaha. Dalam pelaksanaan kegiatan ini diharapkan siswa dapat berhasil sampai pada tingkat pemasaran, sehingga terbina kemampuan siswa untuk mandiri dalam mendapatkan penghasilan bagi kehidupannya.
Tanman mentimun (Cucumis sativus L) merupakan komoditi yang dari aspek teknis budidaya cocok dikembangkan di Kalimantan Barat khususnya dikampus SMK – PP Singkawang.
Peluang usaha dan pemasaran komoditi mentimun cukup baik. Secara umum, metimun diminati seluruh masyarakat baik sebagai sayuran, lalapan dan terapi penyakit tertentu terutama hipertensi. Mentimun banyak mengandung Kalium sehingga dapat mengurangi tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi.
 Tabel. 1  Kandungan Gizi Buah Mentimun Tiap 100 gr Buah Segar
Komposisi Gizi
Kandungan Gizi

Energi (kalori)
12,00 Cal
12,00 Cal
Protein
0,60 gram
0,60 gram
Lemak
0,20 gram
0,10 gram
Karbohidrat
2,40 gram
2,70 gram
Serat
0,50 gram
­­-
Abu
0,40 gram
-
lanjutan tabel 1.1


Kalsium
19,00  M gram
10,00 M gram
Fospor
12,00 M gram
21,00 M gram
Kalium
122,00 M gram
-
Zat besi
0,40 M gram
0,30 M gram
Natrium
5,00 M gram
-
Vitamin A
0 SI
0 SI
Vitamin B1
0,02 M gram
0,03 M gram
Vitamin B2
0,20 M gram
-
Niacin
0,10 M gram
-
Vitamin C
10,00 M gram
8,00 M gram
Air
-
96,10 gram



Sumber : Direktorat Gizi Depkes RI (1981) & Food And Nutrion Reseach Center, Manila (1964)

1.2. TUJUAN
1.         Melatih siswa menyesuaikan diri dengan lingkungan pertanian dan mampu menyebarkan teknologi usaha dibidang pertanian.
2.         Melatih siswa melakukan kegiatan pertanian dan berhasil dalam mengelola usahanya.
3.         Memenuhi kebutuhan pasar dengan komoditi sayuran dan pangan.

1.3. MANFAAT
1.         Terbinanya kemampuan siswa untuk melaksanakan kegiatan usahatani dilapangan.
2.         Terbinanya kemampuan siswa untuk mengatur modal usaha.
3.         Terciptanya tenaga kerja yang mandiri dan berwawasan agribisnis.
4.         Mendapatkan penghasilan yang layak dari kegiatan usahatani yang diusahakannya.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. ASPEK TEKNIS
Tanaman mentimun tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai ketinggian 1.000 m dpl. Oleh karena itu, di daratan rendah mentinum banyak ditanam.
Syarat – syarat penting tumbuhnya mentimun ialah tanahnya subur, pH tanah antara 6 – 7, dan lahannya harus terbuka. Selain itu, tanaman ini perlu banyak air, terutaman waktu berbunga, tetapi air tanahnya tidak tergenang, walau demikian tanaman ini tidak senang banyak hujan. Oleh karena itu, waktu bertanam yang baik ialah pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau.
Mentimun merupakan tanaman sayuran yang potensial dikembangkan didatarana rendah termasuk Kota Singkawang, hal ini dibuktikan melalui data produksi sayuran Kota Singkawang pada tabel berikut :
Tabel 2. Produksi Sayuran Di Kota Singkawang Tahun 2011

NO
Jenis Tanaman
Produksi (Ku)
Jumlah
Skw Selatan
Skw Timur
Skw Utara
Skw Barat
Skw Tengah
1
Bawang Daun
105
0
0
124
90
319

2
Petsai/Sawi
1.270
0
0
252
87.475
88.997
3
Lobak
1.371
0
0
0
450
1.821
4
Kacang panjang
1.440
620
483
504
78
3.125
5
Cabe Besar
262
465
238
0
52
1.017
6
Cabe Rawit
2.442
554
129
711
222
4.058
7
Tomat
961
0
0
60
0
1.021
8
Terong
470
445
56
0
25
996
9
Buncis
650
0
0
0
0
650
10
Mentimun
1.778
585
894
687
535
4.479
11
Labu Siam
0
0
83
0
0
83
12
Kangkung
254
0
0
45
2.405
2.704
13
Bayam
163
0
0
21
1.890
2.704

Total
11.166
2.669
1.883
2.404
93.222
111.344
Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Singkawang, 2011
Berdasarkan data tersebut maka tidak diragukan bahwa mentimun secara teknis tidak mengalami kendala berarti baik dari segi iklim maupun segi tanah untuk dikembangkan di Kota Singkawang.
Berdasarkan informasi dari pemilik toko pertanian Pelita yang berlokasi dipasar Beringin Kota Singkawang, jenis mentimun yang banyak dikembangkan oleh petani Kota Singkawang adalah mentimun Mercy dan Misano-F karena kedua jenis mentimun ini memiliki adaptasi yang baik dengan iklim setempat dan penampilan buah yang menarik yaitu lurus dengan warna hijau tua atau hijau segar.
Menurut petani yang berlokasi usahatani di Desa Pakunam Singkawang Selatan (Bong Bui Jan/ Pak Ajan) yang secara kontinyu mengusahakan mentimun selama 2 tahun ini mengatakan bahwa  protensi produksi dapat mencapai 48-50 ton per hektar jika pemeliharaan dilakukan dengan intensif.
2.2.Aspek Pasar
Buah mentimun muda yang dipanen sekitar 2 minggu setelah pembungaan ( Rukmana, 2001;4. Dalam keadaan pasar normal biasanya 1 s.d 15 kali panen dimana kondisi buah masih sangat baik harga jual mencapai Rp. 4.000,00 perkilogram sedangkan panen berikutnya (biasanya samapai 10 kali panen) atau 40 – 50 hari setelah tanam (Sunarjono,2006;114) harga berkisar antara  Rp. 2.500,00 – Rp 3.500,00  perkilogram. Panen dan pemasaran dilakukan 2 – 3 hari sekali. Potensi produksi mencapai 20 - 25 ton per hektar.
PEDAGANG PENGEPUL
Berikut skema pemasaran atau tata niaga mentimun dapat dilihat pada gambar berikut :
PETANI MENTIMUN
AGEN
KONSUMEN
 







Gambar . Skema Tataniaga Mentimun
Guna mengoptimalkan penerimaan petani dari usahatani mentimun, biasanya mentimun yang kualitasnya kurang baik namun masih layak dikonsumsi seperti bentuknya agak bengkok atau kerdil maka penjualan dapat dilakukan dengan mengemasnya pada kantong plastik dan menitipjualkan di warung-warung terdekat dengan harga agak murah Rp. 2.000,00 per kg / kantong.
2.3.Aspek Sosial
Kota Singkawang merupakan pemerintahan kota kedua di Kalimantan Barat setelah Kota Pontianak, walaupun merupakan pemerintahan kota, namun sektor yang cukup besar peranannya dalam menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian yaitu sebesar 23,54% dari jumlah penduduk kota Singkawang. Hal tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian diKota Singkawang, baik dari sisi penghasil nilai tambah, maupun sebagai sumber penghasilan atau penyedia lapangan kerja/usaha. Dengan kata lain, terlebih lagi sektor pertanian masih merupakan mata pencaharian utama sebagian besar penduduk Kota Singkawang (BPS Kota Singkawang, 2011).
Usahatani mentimun seperti halnya usaha pertanian lainnya akan memberikan manfaat bagi masyarakat seperti memenuhi kebutuhan gizi, sumber pendapatan, mengurangi angka pengangguran dan mengoptimalkan penggunaan lahan baik lahan tidur maupun pekarangan karena tanaman ini juga dapat ditanam di lahan sempit (Sunaryo, 2010).











BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

3.1. Waktu dan Lokasi
Kegiatan Swakarya Wirausaha Mandiri Budidaya Mentimun di laksanakan pada tanggal 19 Agustus - 22 Oktober 2013 dan 17 Januari – 22 Maret 2014  di depan rumah Pak Norman dengan luas lahan 50 m2..
3.2.Pengolahan lahan
Tanaman mentimun menghendaki tanah yang subur atau gembur agar perakaran dapat tumbuh dengan baik dan mendapatkan  hasil yang memuaskan. Supaya terbentuk perakaran yang baik, lahan untuk pertanaman mentimun perlu diolah, dibajak atau dicangkul sedalam 20-30 cm. Lahan juga harus dibersihkan dari rerumputan dan gulma. dan juga drainase tanah harus diatur dengan baik yaitu dengan membuat parit pembuangan air.
3.3.Pembenihan
Penanaman mentimun tidak melalui persemaian, tetapi dengan menggunakan biji yang langsung ditanam di lahan penanaman. Sebelum ditanam sebaiknya biji direndam dengan air hangat (kira-kira 37o c) lama perendaman kira-kira 2 jam dengan tujuan untuk menghilangkan sumber penyakit yang ada di permukaan benih. Selanjutnya benih disimpan dalam baki dalam keadaan basah selama kurang lebih 24 jam dan ditutup dengan kain kassa sampai kelihatan muncul bakal kecambah, selanjutnya benih tersebut langsung ditanam di lapangan.
3.4.Penanaman
Benih mentimun yang sudah dikecambahkan ditanam langsung dilubang tanam yang dibuat dengan cara penugalan sedalam 5 cm. Benih ditanam sebanyak 2 biji perlubang tugal selanjutnya  lubang tanam ditutup tanah tipis, dengan jarak tanam 40 cm x 60 cm.
3.5.Pemeliharaan
Agar diperoleh hasil yang memuaskan maka tanaman mentimun harus dipelihara dengan baik. Adapun bentuk pemeliharaan yang dilakukan yaitu :
3.5.1.      Pemupukan
Peranan suplai unsur hara untuk tanaman menunjukan manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan kualitas. Dengan luas lahan 50 m2 digunakan pupuk Kandang 3 karung, pupuk KCL 0,5 kg, urea 0,5 kg. Dengan cara ditugal antara tanaman dengan jarak antara lubang tanam 5-10 cm. Dengan luas lahan 50 m2, jarak tanam 40 cm x 60 cm sehingga didapatkan populasi 166 tanamn. Jadi untuk kebutuhan pupuk pertanaman ialah 30 gr.
3.5.2.       pemasangan ajir
Ajir dipasang paling lambat pada 5 hari dimana benih mentimun sudah tumbuh, diperlukan sebanyak 182 ajir untuk 166 tanaman mentimun.
3.5.3.      Pengendalian gulma
Pengendalian gulma dilakukan secara manual menggunakan cangkul sekaligus pendangiran (pembumbunan). Kegiatan penyiangan dan pendangiran tersebut dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan.
3.5.4.      Penyiraman
Tanaman mentimun pada musim kemarau perlu dilakukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari. Apabiala kekurangan air tanaman akan tumbuh merana. Namun, yang harus diperhatikan adalah drainase harus diatur dengan baik sehingga akar tanaman mentimun tidak tergenang oleh air.
3.6.Panen
Tanaman mentimun dapat dipanen pada umur 40-60 hari setelah tanan. Ciri – ciri buah yang sudah dapat di panen adalah buah berukuran cukup besar, tetapi masih ada durinya. Panen dilakukan 2 kali sekali, pada tanggal 9 – 22 Oktober 2013 dan 9 – 22 Maret 2014 dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau atau gunting.


BAB IV
ANALISA USAHA
4.1.Spesisifikasi
a.       Luas Lahan 50 m2
b.      166 Populasi tanaman ( dipotong bedengan dan parit antar bedeng 80 %).
c.       Tingkat kerusakan 20 %
d.      2 benih mentimun perlubang tanam
e.       Kebutuhan untuk penyulaman (20 %)

4.2.Fixed Cost
1.    Sewa lahan =  x Rp.500.000 x   = Rp. 625
2.    Penyusutan
No
Nama Barang
JUE
Harga Satuan (Rp)
Penyusutan (Rp)
1
Cangkul
3 tahun
50.000
4.166
2
Aret
3 tahun
30.000
2.500
3
Gembor
3 tahun
15.000
1.250
4
Batu asah
3 tahun
10.000
833

JUMLAH


8.749

4.3.Variabel Cost
Tabel .3 Variabel Cost
No
Sarana
Jumlah
Satuan
(Rp)
Total
(Rp)
1.
Benih
2 bks
11.000
22.000
2.
Tali Rapia
2 glng
2.000
4.000
3.
Karung
1 buah
3.000
3.000
4.
Pupuk Kandang
3 karung
15.000
45.000
5.
Pupuk KCl
0,5 kg
11.000
5.500
6.
Pupuk Urea
0,5 kg
3.000
1.500
7
Ajir
182
200
36.400
Total (Rp)
117.400






Tabel 4. Biaya tenaga kerja
No
Jenis Kegiatan
Jumlah HOK
Jumlah (Rp)
2
Pemasangan ajir
0,57
28.600
2.
Pembuatan bedengan
-
120.000
3.
Penanaman
0,28
14.285
4.
Penyulaman
0,14
7.150
5.
Pemeliharaan
Ø Pemupukan
Ø Penyiangan

0,42
0,42

21.500
21.500
6.
Panen
1,42
71.500
Total (Rp)
284.535
Keterangan : pembuatan bedengan menggunakan sistem borongan Rp. 3000 per meter.

4.4 Perhitungan Analisa Usaha Tani
 Mengacu Pada Ken Suratiyah (2006)

COST = FC + VC
  = ( Rp 625,00) +(Rp 8.749,00)+ (Rp 117.400,00 + Rp 284.535,00) 
  = Rp 9.374,00 + Rp 401.935,00
  = Rp 411.309
Bunga modal 1,02% perbulan = (FC + VC) x  x 3
 =Rp 411.309,00 x  x 3
                                                  = Rp 12.587
Total Cost (TC) = Cost + Bunga Modal
= Rp 411.309+ Rp 12.586
= Rp 423.896

Biaya Tak Terduga (BTT) = Total Cost(TC) × 10%
 = Rp 423.896 x 10%
                              = Rp 42.389,60
Input = Total Cost (TC) + Biaya Tak Terduga (BTT)
         = (Rp 423.896+ Rp 42.389,60)
= Rp 466.285,60
Total produksi mengacu dengan sumber dari Rahmat Rukmana (1994) yaitu 25 – 30 ton/ha (penulis menggunakan 25 ton/ha).
Total Produksi untuk 1 kali musim tanam adalah :
= 0,005 m2 × 25.000 kg = 105 kg (satu kali musim tanam)
Harga 1 kg = Rp 4.000,00
Output (TR) =  Produksi (Q) × Harga (P)
= 105 kg × Rp 4.000
= Rp 420.000
4.5.   BEP (Break Even Point) adalah untuk mengetahui berapa minimal      hasil yang harus kita produksi pada titik impas.
4.5.1. BEP untuk volume produksi
               BEPv = biaya total : harga jual
                          = Rp 466.285,60 :  Rp 4.000,00
                          = 116 kg.
4.5.2. BEP untuk harga produksi
               BEPh = biaya total : produksi
                      = Rp 466.285,6 : 105 kg
                          = Rp 4.440,80
4.6.  O/i  = OutputInput
      = Rp. 420.000 : Rp 466.285,60
= 0.91

BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
       Hasil yang telah produksi dari budidaya tanaman mentimun ( Cucumis sativus L ) mencapai 105 kg dengan luas lahan 50m2.
       Mentimun yang telah dibudidayakan dilapangan berjumlah 166 populasi mentimun. Ada sebagian buah mentimun yang tidak dapat terjual dikarenakan buah banyak yang terserang penyakit busuk buah.
B. Pembahasan
1. Permasalahan
Permasalahan yang membuat usaha budidaya mentimun mengalami kerugian adalah karena sanitasi lingkungan dilahan budidaya kurang terjaga sehingga menyebabkan pertumbuhan tanaman yang kurang maksimal yang menyebabkan buah banyak yang terserang penyakit.
Untuk permasalahan di lapangan pada periode ke-2 budidaya mentimun yaitu  kurangnya ketersediaan air untuk penyiraman sehingga menyebabkan tanaman kekeringan dan tidak dapat tumbuh secara maksimal.
2. Penyelesaian
Penyelesaian dari permasalahan diatas adalah dengan melakukan pemeliharaan tanaman secara maksimal, sehingga dapat mengahasilkan buah mentimun yang berkualitas baik.
Untuk mengatasi permasalahan di lapangan yaitu dengan membudidayakan tanaman yang dekat dengan sumber air, sehingga mempermudah dalam melakukan penyiraman secara teratur.
      




BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah penulis melakukan budidaya tanaman mentumun ( Cucumis sativus L ) dan menghitung analisa kelayakan usahatani, maka penulis mendapatkan kesimpulan sebagai berikut:
1. Jika dilihat dari analisa kelayakan usahataninya dengan O/I 0,91 maka budidaya tanaman mentimun ini dikatakan kurang menguntungkan bagi yang mengusahakannya sehingga kurang layak untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan.
2. Budidaya tanaman mentimun ini kurang layak dikembangkan di daerah Singkawang selatan tepatnya di kelurahan Sijangkung mengingat pertumbuhan tanaman mentimun di daerah tersebut kurang maksimal.
B. Saran
1. Jika hendak membudidayakan tanaman mentimun sebaiknya pada daerah yang curah hujannya cukup tinggi atau dekat dengan sumber air mengingat tanaman mentimun ini banyak memerlukan air.
2. Sebelum melaksanakan budidaya tanaman mentimun hendaknya lahan diolah semaksimal mungkin karena tanaman mentimun ini menghendaki tanah yang subur dan gembur.
3. Dalam perawatan tanaman mentimun hendaknya diperhatikan sanitasi lingkungan kerana tanaman mentimun sangat mudah terserang penyakit pada lahan yang sanitaasi lingkungannya kurang terjaga.







DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik .2011. Singkawang Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Singkawang.
Sunaryo.2010. Bertanam Sayuran di Lahan Sempit. Jakarta: Penebar Swadaya.
Sunarjono, Hendro. 2006. Bertanam 30 Jenis Sayur. Jakarta: Penebar Swadaya.
Rukmana, Rahmat.2001. Budidaya Mentimun. Yogyakarta: Kanisius.




Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More